Kamis, November 22, 2007

Tentang Sebuah Kelahiran

MENGHARGAI SEBUAH AWAL I

"Kelahiran adalah sebuah proses dimana anak keluar atau dikeluarkan dari badan ibunya". Aku terdiam, menggali dan mencoba menguras sedalam mungkin seraya menguji: "seberapa kuat aku mengingat semua peristiwa yang terjadi, mulai detik ini hingga saat usia termuda dalam hidupku"...dan..."peristiwa apa yang pertama aku ingat pertama kali pada saat aku masih kecil".

Perjalanan panjang pasti dimulai dengan Langkah awal. Semua kejadian, hal, kebiasaan, peristiwa, dan lain-lain, pasti bermula pada langkah awal yang telah kita perbuat. Dalam menentukan pilihan pun sebenarnya kita telah menentukan langkah awal dalam pilihan yang kita pilih. Karena ketika kita dihadapkan pada dua atau lebih piliha, pilihan-pilihan itu seakan-akan sedang menunggu Anda untuk menginjakan kaki di masing-masing pilihan tersebut.

langkah awal untuk menggapai mimpi adalah keinginan dari dalam diri untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik dan berani melakukan changes management untuk bisa terus beradaptasi dengan adanya perubahan di semua sektor diri.

awal dari langkah mewujudkan mimpi-mimpi itu adalah dengan memiliki sebuah pribadi yang baik. membuka mata hati demi sebuah cita-cita, melangkah pasti dengan usaha semaksimal mungkin, dan tetapkan satu pilihan untuk satu kemungkinan sebagai satu tujuan kehidupan kita, ingin rasanya memiliki segalanya dan semua anugrah dimana kita bisa melakoni jati diri kita sampai puas, senang bahagia hingga tuntas dan akhirnya kita harus pulang ke kehidupan yang abadi nanti.

Dari hidup yang sekarang ini mari bersama-sama berjalan sedikit demi sedikit walaupun sudah berulang kali terjungkir balik, mari kita menentukan satu titik dan kita lakukan yang terbaik, kita ketatkan tekad dan niat agar bisa melesat sukses, dengan awal membangun pribadi diri kita sebagai dasarnya.

Dimana kita bisa menemukan pribadi diri kita jika kita bisa membuat diri sendiri berharga. Bagaimana kita untuk bisa menjadikan diri ini menjadi berharga ? yang pertama kita harus mengenali diri kita sendiri, Untuk mengenali diri kita sendiri ada beberapa hal yang bisa kita perhatikan

• Merenung untuk apa kita dan semua manusia di muka bumi ini di ciptakan
• Mengenali potensi pada diri kita
• Menyadari kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita
• Berupaya menggunakan hati nurani kita sebagai pelita hidup
• Mampu melakukan instropeksi di setiap waktu
• Mampu menempatkan diri baik secara vertical ataupun horizontal

beberapa hal yang harus dilakuakan dalam menggapai mimpi

memiliki prinsip hidup yang kuat, dalam hal ini kita harus betul-betul memahami bahwa prinsip hidup itu penting, pasti orang hidup semua memiliki prinsip bukan?, dalam menentukan sebuah prinsip hidupkita kita harus memiliki pandangan bawasannya hidup baru bisa bermakna jika berharga bagi orang lain dan diri kita, dan tidak lupa pula bahwa tanpa campurtangan tuhan YME kita tidak bisa berbuat apa-apa, juga berusaha mendapatkan rejeki yang halal, tanpa di lupakan kita harus bisa menjadi manusia yang mudah memberi maaf.

memiliki pribadi yang menarik, dimana kita bisa menghargai orang lain dalam hal apapun termasuk pendapat, berpenampilan yang menarik, mampu menampilkan kesan pertama yang baik itu juga sangat penting, point ini juga penting yaitu tidak terlalu merendahkan diri di depan siapapun dan tetap menjaga sopan santun.

jujur dan mampu menyikapi segala perubahan secara positif, jujur pastinya semua sudah tau kan ? jujur itu adalah modal awal kita untuk meraih mimpi serta pribadi sukses kita , perubahan selalu ada yang positif dan negative dan setiap perubahan itu tidak akan memuaskan semua pihak, kuncinya bagaimana menyikapi segala perubahan tersebut adalah secara positif pasti akan membawa kebahagian hidup dan sebaliknya negative tentu akan membawa sengsara kali ya ? .

berani mengambil resiko, hidup ini penuh dengan resiko kegagalan adalah awal dari kesuksesan, kita perlu sekali menghilangkan rasa takut terhadap kegagalan itu, hadapi resiko dengan penuh perhitungan dan pertimbangan, untuk meminimalkan resiko kita hendaknya bisa merencanakan kegiatan dengan cermat karena tidak ada kegiatan yang tidakmengandung resiko, maka jika ingin maju hadapilah resiko, karena orang yang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak pernah berbuat sesuatu atau tidak pernah mau ambil resiko

Dan yang terahir adalah menjaga kesetabilan semangat kerja. Potensi diri seseorang baru akan bisa di rubah menjadi karya jika di sertai semangat yang tinggi untuk menjaga kestabilan tersebut kita harus mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perasaan kita, menurut saya kekecewaan seseorang adalah factor utama yang bisa menurunkan semangat kerja, dan semangat kerja harus muncul dari dalam diri kita secara continyu, niat kerja untuk ibadah, mengelola rasa kecewa, ingin bermanfaat bagi orang lain, dan menyeimbangkan hak dan kewajiban adalah point-point untuk mempertahankan semangat kerja kita.

Dari kepribadian di atas bisa kita terapkan untuk Langkah awal menggapai mimpi tersebut, dan juga tidak lupa bahwa sebenarnya banyak cara untuk kita menggapai impian kita. Setelah kita memiliki pribadi yang semangat selanjutnya kita tinggal melangkah menggapai mimpi kita, janganlah puas atau berbangga hati setelah memiliki segalanya kita terus mencari tepuk tangan atas karya keringat anda, karena itu akan membuat anda menjadi ponggah atau sombong

"langkah awal adalah penentu berhasil tidaknya langkah selanjutnya"

"lebarkan sayap dan terbanglah yang tinggi, Gapailah mimpi"


Rabu, November 21, 2007

Bismillah Adalah Pertama

SEMOGA INI SUATU AWAL YANG BAIK

Segala sesuatu yang terjadi, tercipta dan muncul dalam maujudnya didunia ini, berawal dari yang pertama. Tapi memahami sesuatu yang pertama adalah sama sulitnya dengan memahami darimana 'kebermulaan' itu berasal, sebab kebermulaan adalah titik tolak yang mutlak kebenarannya. Setelah itu, segala 'sesuatu yang pertama' yang muncul berikutnya hanyalah kesalahan-kesalahan yang berantai, takkan berhenti selama umur manusia di dunia. Sebatas ini adalah pemahaman yang aku miliki, semoga tidak salah.
Lafaz bismillah بِسْمِ اللَّهِ induk bagi segala kebaikan, permulaan bagi setiap urusan. Kita juga memulakan dengan bismillah. Wahai diri, ketahuilah sesungguhnya kalimah yang indah dan berkat ini, di samping menjadi syiar Islam, ia juga zikir seluruh makhluk yang ada mengikut bahasanya sendiri. Andainya engkau mahu mengetahui sejauhmana kandungan ucapan bismillah yang mempunyai kekuatan agung yang tidak pernah luput dan betapa luas keberkatannya yang tidak pernah berakhir, maka dengarlah wahai diri akan hikayat perumpamaan yang ringkas ini.

Sesungguhnya seorang badwi yang berkelana (bermusafir) di padang pasir, tentunya berlindung dengan ketua kabilah, bernaung di bawah naungannya agar terselamat dari segala kejahatan musuh, agar terlaksana segala tugasnya serta memperolehi segala keperluannya. Sekiranya tidak, maka ia akan kekal keseorangan, terpinga-pinga dan tercengang-cengang di hadapan musuh yang terlalu ramai dan keperluannya yang tidak terbatas.

Begini… kebetulan dua orang lelaki keluar berkelana. Salah seorang daripadanya bersifat tawadhu' dan seorang lagi pula terpedaya dengan diri sendiri. Maka yang tawadu' itu bernaung kepada ketua, manakala yang terpedaya tadi menolak dari menerima sebarang naungan. Maka berkelanalah kedua-duanya itu di padang pasir.

Yang bernaung tadi setiap kali mendiami sebuah khemah ia menerima penghormatan dan penghargaan disebabkan kemuliaan nama ketua tersebut. Apabila ia berjumpa perompak, ia akan berkata; Sesungguhnya aku berkelana di bawah naungan ketua itu, lalu si perompak tadi akan melepaskannya.

Yang terpedaya pula, ia bertembung dengan pelbagai musibah dan kecelakaan yang tidak mampu diungkapkan. Di sepanjang perjalanan ia sentiasa dalam keadaan cemas, takut dan terpinga-pinga. Lalu ia mengutuk dan mengeji dirinya sendiri.

Wahai diri yang tertipu, ketahuilah, engkulah si badwi yang berkelana itu, dan dunia yang luas inilah padang pasirnya. Sesungguhnya kefakiran dan kedaifanmu tidak terbatas sebagaimana musuh dan kehendakmu juga tidak berkesudahan. Sekiranya demikian, maka bernaunglah dengan nama pemilik dan penguasa sebenar padang pasir tersebut, agar engkau terselamat daripada kelihatan terpinga-pinga di depan alam ini dan daripada kejinya perasaan takut bila berhadapan dengan musibah.

Ya! sesungguhnya kalimah suci bismillah umpama khazanah besar yang tidak akan pernah berkurangan isinya kerana dengan kalimah inilah kedaifanmu itu akan bergantung kepada rahmat yang maha luas bahkan terlebih luas daripada alam ini, dan dengannya juga, kefakiranmu akan bergantung kepada kuasa yang amat hebat yang mentadbir kewujudan ini bermula daripada atom sehinggalah kepada cakerawala. Sehingga akhirnya, kedaifan dan kefakiranmu itu akan menjadi syafaat di sisi yang Maha Berkuasa, Maha Penyayang, Pemilik bagi segala kemuliaan.

Sesungguhnya yang bergerak dan yang diam, yang berpagi dan berpetang, yang mengungkapkan kalimah bismillah adalah seumpama orang yang terlibat dalam ketenteraan. Ia berurusan atas nama negara dan tidak gentar kepada sesiapapun. Ia berucap atas nama undang-undang dan negara, maka terlaksanalah segala urusannya dan tetaplah pendiriannya dalam menghadapi semua perkara.

Kita telah menyebut di permulaan tadi bahawa semua makhluk ini berzikir dengan bahasanya yang tersendiri iaitu dengan menyebut kalimah bismillah… adakah ini benar?

Ya! sebagaimana engkau melihat seorang lelaki yang mengepalai orang ramai dalam satu perbarisan dan memerintahkan mereka supaya melakukan pelbagai jenis urusan, maka sesungguhnya engkau pasti bahawa lelaki ini bukan mewakili dirinya sendiri dan tidak pula mengepalai orang ramai atas nama dan kekuatan dirinya sendiri, tetapi ia sebenarnya adalah seorang askar yang bertindak atas nama negara dan berdasarkan kuasa pemerintah.

Seluruh makhluk ini juga menunaikan tanggungjawabnya dengan lafaz bismillah, maka benih-benih yang teramat kecil itu, dengan lafaz bismillah, ia menjunjung di atas kepalanya pohonan yang besar dan bebanan yang berat. Setiap pohonan ini pula berkata bismillah, lalu penuhlah dedahannya dengan buah-buahan daripada gedung rahmat Allah, lalu dipersembahkannya rahmat tersebut kepada kita. Setiap taman berkata bismillah, lalu ia seolah-olah menjadi sebuah dapur kepada kekuasaan Allah (S.W.T) yang tersedia di dalamnya makanan yang lazat… dan setiap haiwan yang mempunyai faedah dan manfaat seperti unta, kambing dan lembu pula berkata bismillah, lalu ia menjadi seolah-olah sebuah sumur yang memancutkan susu-susu yang teramat lazat, lalu dipersembahkannya kepada kita sebaik-baik dan sebersih-bersih bahan makanan di atas nama al-Razzaq. Dan akar-akar tumbuhan serta rumput-rampai mengucapkan bismillah, lalu memecahkan bebatu yang keras dengan bismillah dan menembuskannya dengan akar-akar yang menjalar lembut bagai sutera itu, lalu menundukkan setiap kesusahan dan setiap benda yang keras di hadapannya dengan bismillah dan dengan bismirrahman.

Ya! sesungguhnya menjalarnya dedahan pohon di udara, mengendong buah-buahan dan menjalarkan akar-akarnya ke batu yang keras dan ia menyimpan bahan makanan dalam kegelapan tanah… begitu juga dedaunan hijau dapat menanggung kepanansan serta bahangnya itu, lalu dapat terus kekal dalam keadaan segar. Itu semua dan yang lain daripada itu merupakan satu tamparan hebat terhadap mulut golongan materialistik yang menjadi penyembah kepada sebab dan ia juga seolah-olah suatu tempikan di hadapan muka mereka. Sesungguhnya bahan-bahan yang kamu banggakan disebabkan kekerasan dan kepanasannya juga tidak mampu memberi kesan dengan sendiri, bahkan kedua-duanya itu dapat menjalankan tugasnya atas arahan pemerintah yang satu, yang menjadikan akar-akar yang lembut dan halus ini seolah-olah tongkat nabi Musa (a.s) yang dapat memecahkan batu dan tunduk kepada perintah فَقُلْنَا اضْرِبْْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ surah al-Baqarah :60 ; yang menjadikan dedaunan yang lembut dan segar seolah-olah anggota badan nabi Ibrahim (a.s) yang ketika menghadapi kepanasan membaca يَا نَارُ كُونِى بَرْدًا وَ سَلاَمًا surah al-Anbiya' :69.

Selagi setiap kewujudan di alam ini mengungkapkan dengan makna bismillah dan mengundang nikmat-nikmat Allah dengan bismillah, lalu dipersembahkannya kepada kita, maka wajarlah kita juga untuk mengungkapkan ucapan bismillah, apabila memberikan dan mengambil sesuatu dengan bismillah. Wajib juga bagi kita menolak pertolongan dari golongan yang lalai yang tidak memberikan sesuatu dengan bismillah.

Persoalan; kita menyatakan rasa hormat, rasa kagum kita kepada mereka yang menjadi sebab kepada nikmat yang kita perolehi. Dan apakah yang dipinta dari kita oleh Allah, Pemilik dan Penguasa semua nikmat itu?

Jawapannya; Sesungguhnya Pemberi nikmat yang hakiki meminta kita tiga perkara sebagai bayaran kepada nikmat-nikmatNya yang tidak ternilai itu iaitu zikir, syukur dan fikir.

Maka bismillah pada permulaan adalah zikir, alhamdulillah sebagai penyudah adalah syukur dan keadaan di antara keduanya (zikir dan syukur) adalah fikir iaitu dengan memerhatikan nikmat-nikmat yang indah tersebut serta menyedari bahawa ia merupakan mukjizat bagi kekuasaan Dia Yang Esa, yang menjadi tempat berserah dan juga menyedari itu semua adalah hadiah bagi sifat rahmatNya yang maha luas, maka pemerhatian inilah yang dipanggil fikir.

Tetapi…tidakkah mereka yang sanggup mencium kaki tentera yang menjadi khadam yang menyampaikan hadiah seorang penguasa, telah melakukan kebodohan yang amat dahsyat dan kedunguan yang amat keji. Oleh itu, bagaimana pula dengan mereka yang memuji sebab yang berbentuk kebendaan yang membawa kepada nikmat, lalu menyerahkan kepada sebab tersebut kasih sayang dan ketundukan tanpa mengkhususkan kedua-duanya kepada pemberi nikmat yang sebenar. Tidakkah mereka ini telah melakukan kebodohan seribu kali lebih teruk daripada contoh tadi. Wahai diri, andainya engkau tidak mahu dimasukkan ke dalam golongan yang bodoh lagi dungu tadi, maka berilah dengan bismillah, ambillah dengan bismillah, mulalah dengan bismillah dan bekerjalah dengan bismillah.